Senin, 29 Agustus 2011

DERAI DERAI CEMARA


cemara menderai sampai jauh 
terasa hari akan jadi malam 
ada beberapa dahan di tingkap merapuh 
dipukul angin yang terpendam 

aku sekarang orangnya bisa tahan 
sudah berapa waktu bukan kanak lagi 
tapi dulu memang ada suatu bahan 
yang bukan dasar perhitungan kini 

hidup hanya menunda kekalahan 
tambah terasing dari cinta sekolah rendah 
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan 
sebelum pada akhirnya kita menyerah 

1949 
                                    Karya:Chairil Anwar

YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS


kelam dan angin lalu mempesiang diriku, 
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin, 
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu 

di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin 

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang 
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu; 
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang 

tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku 

1949
                                                Karya:Chairil Anwar

CINTAKU JAUH DI PULAU


Cintaku jauh di pulau, 
gadis manis, sekarang iseng sendiri 

Perahu melancar, bulan memancar, 
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. 
angin membantu, laut terang, tapi terasa 
aku tidak 'kan sampai padanya. 

Di air yang tenang, di angin mendayu, 
di perasaan penghabisan segala melaju 
Ajal bertakhta, sambil berkata: 
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja," 

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! 
Perahu yang bersama 'kan merapuh! 
Mengapa Ajal memanggil dulu 
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?! 

Manisku jauh di pulau, 
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri. 

1946
                                    Karya:Chairil Anwar

SENJA DI PELABUHAN KECIL


Ini kali tidak ada yang mencari cinta 
di antara gudang, rumah tua, pada cerita 
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut 
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut 

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang 
menyinggung muram, desir hari lari berenang 
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak 
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak. 

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan 
menyisir semenanjung, masih pengap harap 
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan 
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap 

1946
                                                Karya:Chairil Anwar

SAJAK PUTIH


Bersandar pada tari warna pelangi 
Kau depanku bertudung sutra senja 
Di hitam matamu kembang mawar dan melati 
Harum rambutmu mengalun bergelut senda 

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba 
Meriak muka air kolam jiwa 
Dan dalam dadaku memerdu lagu 
Menarik menari seluruh aku 

Hidup dari hidupku, pintu terbuka 
Selama matamu bagiku menengadah 
Selama kau darah mengalir dari luka 
Antara kita Mati datang tidak membelah... 
                                    Karya:Chairil Anwar

DOA


kepada pemeluk teguh 
Tuhanku 
Dalam termangu 
Aku masih menyebut namamu 
Biar susah sungguh 
mengingat Kau penuh seluruh 
cayaMu panas suci 
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi 
Tuhanku 
aku hilang bentuk 
remuk 
Tuhanku 
aku mengembara di negeri asing 
Tuhanku 
di pintuMu aku mengetuk 
aku tidak bisa berpaling 
                        Karya:Chairil  Anwar

PENERIMAAN


Kalau kau mau kuterima kau kembali 
Dengan sepenuh hati 

Aku masih tetap sendiri 

Kutahu kau bukan yang dulu lagi 
Bak kembang sari sudah terbagi 

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani 

Kalau kau mau kuterima kembali 
Untukku sendiri tapi 

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi. 
                                    Karya:Chairil Anwar